> Cerita Seminar

Cerita Seminar

Posted on Selasa, 22 Mei 2012 | No Comments


Ini nampaknya saya sedang edan-edannya nulis tentang review kuliah. Tidak, saya sekarang sedang tidak ingin menaikkan level tulisan saya yang isinya pengalaman-pengalaman pribadi sampah, tapi tentang perjalanan skripsi yang terkesan dilempar-tangkap semaunya. Ibarat kata bulutangkis, saya di sini menjadi penonton dua orang yang mainnya sama-sama kuat. Nengok kanan nengok kiri gak kelar-kelar. Bedanya kalo permainan bulutangkis hanya berlangsung beberapa jam, tapi saya nontonnya berbulan-bulan. Ya, emang capek banget. Tapi kan pepatahnya "Orang sabar disayang pacar Tuhan". Sambil gegoleran di kasur, rambut acak-acakan dan garuk-garuk dengkul, saya menulis review ini.
...
*ceklek!* *bunyi kaset dimasukkan ke dalam radio tape dan tombol play dipencet* *berkumandang lagu PERDAMAIAN*

Jadi begini ceritanya.
*menghirup napas dalam-dalam*

Jumat, 20 April 2012.
Pukul 14.00. Masuk ruang dosen dan lihat perkembangan proposal skripsi saya di meja DP I. Belum ada perkembangan apa-apa, Pemirsa!

Pukul 15 lewat banyak.
Akhirnya ketemu DP I di tangga, dan saat itu juga proposal skripsi saya di ACC, di pegangan tangga.
“Ummm, OK, saya bisanya hari Rabu jam 11.30. Kayaknya DP II juga bisa hadir kok, Mbak”.
“Oh iya, Bu. Terima kasih”

Selasa, 24 April 2012.
Pukul 11.00. Ketemu DP II. “Permisi, Pak. Kemarin Jumat DP I sudah konfirmasi kehadiran seminar proposal. Kira-kira besok Rabu jam 11.30 bisa menghadiri seminar proposal apa tidak ya, Pak?”
“Wah saya jam 11.30-13.00 masih ngajar. Habis ngajar aja”
“Jam berapa, Pak?”
“Jam 13.00”
“Mohon diusahakan ya, Pak?”
“INSYA ALLAH”

Saya setengah modar deg-degan sampe kebawa mimpi seminar proposal perdana ini. Rasanya kaya mau dibully banyak orang dalam satu sel tahanan.

SMS berantai pun saya kirimkan ke teman-teman pembahas.

Samlekum semuamuanya para Bangsawan a.k.a Bangsa manusia hewan. Besok Rabu jm11 lebih brp menit gitu aq jg gatau, datang ya ke acara Pesta Seminar Proposal Sekripsi aku. Jgn lupa bw tikar, bantal & snack sndr dr rumah ya. NB: Tiada kesan tnp kehadiranmu. Jika berhalangan hadir, hubungi dokter. Salam, R1riN M4rLinA Ch4yaNx PaK BEye Cel4luH

Rabu, 25 April 2012.
Pukul 10.30.
“Gimana Pak nanti bisa hadir seminar proposal saya, kan?”
“INSYA ALLAH”

Pukul 11.00
…      13.00
Teman-teman pembahas yang udah datang dari jam 11 tadi mulai garuk-garuk tembok dan protes, “MANA DP I JAM SEGINIH BELUM DATANG JUGA!!!”
“Sabar, bentar lagi juga datang”
“NAH I….IIITU DP I UDAH DATANG”

*nyamperin ke meja DP I*
“Gimana Ibu, seminar proposalnya jadi kan?
“Ya kalo saya sih terserah DP II. Gimana nih, Pak?”
“Gak bisa. Saya gak bisa seminar sekarang.”

Dheg. Bumi gonjang-ganjing. Langit megap-megap. Dunia yang diprediksi kiamat akhir 2012, ternyata kiamat beneran di pertigaan tahun 2012.

“Lho, kok bisa Pak? Kkk..kk.kemarin Bapak sendiri bilang kalau jam 11.30 gak bisa menghadiri seminar karena Bapak sedang ngajar. Terus akhirnya diundur jam 13.00…”
“Lha kamu-nya gak bilang gitu ke saya…”

Shock tingkat kecamatan.

“Kemarin kan saya sudah konfirmasi ke Bapak…”
“Pokoknya SAYA SEKARANG, HARI INI, GAK BISA. SANA SEMINAR SAMA DP I AJA”
“Tttt…tapppiii…Kalo Ibu sendiri aja gimana kira-kira?”
“Yaaaa, gimana ya, Mbak. Masa saya tiap hari seminar sendirian. Khan gak etis kalo saya gak mengikuti prosedur yang telah ditentukan…”
“Terus, Bapak kira-kira ada waktu kapan buat seminar?”
“MINGGU DEPAN”

Pingsan elegan. Saat itu juga dapat pertolongan pertama dari DP II. Pengennya sih gitu, Pemirsah. Tsaaaahh. *ngayal*

Jamaah Pembahasiyah bubar tanpa diberi perintah.
“Maaf ya teman-teman. Seminarnya gak jadi.”
“Gak papa kok…”

Seminggu kemudian.
01 Mei 2012.
“Selamat siang, Pak. Mfkjghjrht dfhjsdbf bvisbvksuthsbinanc q2uehnin besok gimana, Pak?”
“Tanya DP I dulu sana besok bisanya jam berapa”
“Kalau Bapak sendiri besok ada waktu jam berapa?”
“Tanya DP I dulu bisanya jam berapa”
#repost #dosenjugadoyanrepost

Pukul 13.00

Aslm selamat siang jkfrihgvjsknv hbcv hskdhbghfb bjfshf bvnn vjnfy n cv bd vbjbd cvhuierhyb urwfhgfhbyhh wekefbuwhebf kira-kira besok Ibu ada waktu pukul berapa? Mohon balasannya. Terima kasih.

Message sent.

Daripada setres nunggu sms yang gak dibales-bales, bismillah, akhirnya saya putuskan buat nonton film Battleship di XXI.

Rabu, 02 Mei 2012. Pukul 05.47. Satu pesan masuk:

MBAK HR INI SY ADA ACARA, NANTI SM PAK DP II AJA YA.


Shock tingkat kabupaten. Sangking shocknya jadi pengen ngebales sms:

CIYEEEE YANG TAR ADA ACARA… PASTI ACARA BENERIN CAPSLOCK HP YG RUSAK EAAAA??? YAEYALAH YAAA… XIXIXI

Well…
*tidur lagi*

Baru nyadar kalo hari ini pasti gak ada seminar proposal, saya mencoba untuk ngasih tau teman-teman Jamaah Pembahasiyah kalo seminar hari ini ditiadakan. Alasannya ya yang tadi itu. DP I-nya ada acara. Dan yang pasti, gak ada yang mau seminar sendirian kalo salah satu DP berhalangan hadir, Man!

Rabu, 09 Mei 2012.
Saya pusing. Saya sedang tidak ingin berurusan dengan segala sesuatu mengenai seminar proposal. Tidak pula ingin menginjakkan kaki ke kampus. Membusuk aja di rumah.

Selasa, 15 Mei 2012.
Pukul 11.30.
“……………….kira-kira kalau besok gimana, Pak, Bu?”
“Saya besok bisanya jam 13.00”
“Waduh, jam 13.00 saya masih ngajar, e, Pak. Soalnya besok Jumat kan cuti bersama. Jadi mahasiswa minta ada jam tambahan besok Rabu. Paling nanti setelah ngajar sekitar jam 14.00 saya baru bisa ikut seminar”
“Kalo jam 14.00 aku sing ra iso, Bu”
“Lha piye? Opo ngene, sesuk jam 13.00 seminar dewe dhisik wae. Ben aku sing nutup seminare. Soale iki mesakke nek ditunda terus. Karepku gek ndang cepet rampung seminare….”
“Lhaaaaaaaa, aku ra iso nek jam loro…”
“Halah wis ah pokoke ngono wae yo, Pak. Aku kesusu gelak arep ngajar iki. Sik yo, Pak. Samlekum”

“Gimana jadinya, Pak? Jam 13.00 mohon diusahakan ya, Pak?
“Ya, INSYA ALLAH”
“Seminar bentar juga gak papa kok, Pak”
“Kalo seminarnya Cuma bentar mending gak usah seminar sekalian”

(hening setahun)
Aghhhhhhrrrrrrrrrrr

Rabu, 16 Mei 2012.
Pukul 11.00. di ruang TU.
“Saya mau revisi berita acara seminar, Bu. Yang dahulu kala itu gak jadi seminar”
“Lha mosok to, Mbak? Emang DP-ne sopo? Dosen X?”
“Bukan.”
“Oh, kalau kaya gitu jangan dimasukin hati ya, Mbak...?”
“?????”

Pukul 13.00. Inih kenapa ruang Munaqosah jadi banyak orang sik? Lha kan yang mau seminar itu saya? Kenapa beda orang?


Pukul 13.30
Sambil gegoleran di lantai ruang dosen. “Udaaaah, tanyain jadi apa gak seminarnya?”
“Males ah. Nanti pasti dijawab INSYA ALLAH lagi sama DP II”

DP II lewat sambil bawa botol minum.
“Seminarnya jadi kan, Pak?”
“INSYA ALLAH”

Pukul 13.49
Sayup-sayup terdengar DP II ngomong dari kejauhan, “Siap? Seminarnya dimulai sekarang aja yuk, Pak?”

Hah? Jadi mereka yang di ruangan Munaqosah itu mau seminar proposal juga? Lah itu DP II saya…ikut masuk ke ruang seminar…

Shock tingkat propinsi.
Pukul 14 hampir setengah tiga. Seminarnya kloter pertama kelar.
“Jadi seminarnya bisa langsung diteruskan, Pak?”
“Lha DP I-nya sudah datang belum?”
“Belum, Pak”
“Saya bentar lagi mau ada acara”
“Aduh piye iki? Smsku belum dibales DP I”
“Coba ditelpon aja DP I-nya, Cyiiiiiiiiiiiiinnnnn”
*Memanggil* *Tuuuuuutttt*

“Samlekum, Ibu sudah kami tunggu fgghwjbchwjvdejfcvhkfsy…”

“Wa’alaykum salam. Fsgvrvusjvghjnj czab h mzn vbnzjhbdvshjdvn zhdjhdhmksqkqajhsaikanxj cajhdbfahhaebjahb. Hmdhcjkehi4uebfoqijjhbsdvhjwdh fcehkiurgukdnfn.  Saya lagi di ksjdnvdjbv. Jadi saya sekarang gak bisa khjgvbdi dutoj;egighl. Gini aja, kira-kira DP II hari Senin jam 11 bisa apa tidak. Kalo gak bisa, saya sendiri aja yang ikut seminar”

“DP II ada waktu hari selasa jam 11, Bu”
*klik*

“Ya sudah kalo DP I-nya gak bisa hadir seminar. Bentar lagi saya ada acara”


Shock tingkat nasional.
*backsound JENGJENGTERENGTENGTENGDAMDARADAMDARADAM mengalun kencang* *liat-liatan sama Jamaah Pembahasiyah* *pukul-pukul tembok* *mengutuk diri sendiri*

DESE SUBHANAULOH BANGET KE KITA ORANG, BOK!!!!!
Finally. Senin, 21 Mei 2012. Pukul 11.00
Jamaah Pembahasiyah sudah berkumpul seperti biasa di lantai dua. Seperti biasa pula DP I belum datang pada jam yang sudah beliau tentukan.
Pukul 11.25
*Memanggil 081xxx. DP I*

“Samlekum….”
“Wa’alaykum salam. Silakan masuk. Anggap aja rumah sendiri”
*dikeplakin pembaca lagi karena nulisnya nggak fokus*
*benerin kerudung*
*oke oke. Fokus!!!*

“Samlekum ibu, kami sudah menunggu jkwrfurhf hbcjwsbiu uijwnefbcfi hbcwhdbcfuikujonc…”
“Wa’alaykum salam. Juwnuejnfifbhdeb jkjfvnijnvuwsiqjpq kncaoeknvj. Saya ini lagi ada acara bentar…”
“Kalau begitu jam berapa kira-kira ibu ada di kampus?”
“Ya sekitar jam 12.15-12.30”
“Oh yaudah kalau begitu. Makasih ya, Bu. Samlekuuuuuuuummm”

Baiklah, Kawan. Mari kita makan siang.
Pukul 12.47
Seminar proposal dimulai. Kali ini ada dua mahasiswa peserta seminar dalam satu ruangan dengan dosen pembimbing yang sama. Nambah lagi deh orang yang bakal ngebully (baca: pembahas). Yang tadinya 4 orang, kini bertambah dua kali lipat. But it’s oke. The friendliest person I walked with for only one day was there, someone that I want tell everything to, but too afraid to. And it's for the best. You, I mean, I -- at that time, remember so much of how it felt on the beach, and what I've learned many things from you. And how thankful I am, I mean, you are, okay, after that time, NOW WE ARE NEVER NEVER sending messages each other. I’ve been really sad so that I feel that I even can't take a breath. Nothing much happened. Nothing much gained. That hurts, boy. I know. I’ll cry. Hsssshhh….

KENAPA SIK? MASALAH? MASALAH GARA-GARA NYELIP CURCOL ROMAN SAMPAH BARUSAN? HAH? HAHH?!! SINI MAJU LO SATU-SATU! NGGAK USAH PAKE BAWA BENDERA IWAN FALS! GUE SLANKERS!!
*malah ngajak ribut di tulisan sendiri*

Akhirnya gak nyampe sejam seminarnya kelar. Lega rasanya terbebas dari beban berat berbulan-bulan. Dari mulai pengajuan judul, revisi judul berkali-kali, ketemu dosen pembimbing yang jarang ketemu, ACC judul, penetapan pembimbing, ACC proposal, dan seminar proposal yang gagal tiga kali. Mari melangkah menuju Bab 4 skripsi, Kawan. Iya, sebelum seminar pun saya sudah mencuri-curi start skripsi  sampai ke bab 3. Bad day sudah berlalu. Semangat baru itu perlu. Sudah saya bilang dari awal, Orang sabar disayang pacar Tuhan. Buat teman-teman yang sedang berjuang mengerjakan skripsi, SEMANGKA!!! Buat Dosen Pembimbing saya, you held me like there's so many tomorrow. But I’ve tried to work really hard, to get me a better future. To make some people around me - past tense, proud of me - present and future tense. It's okay to be selfish here. But I still have my own future, Mom, Sir. I would like to know and see what will I do with my life for years ahead, and I would like to tell everything I have planted in my mind for and let it grows to years ahead also… But thankyou for being my dosen pembimbing.

Well overall, cerita seminar ini udahan dulu yah, ngantuk. Saya mau coba tidur aja. Ngantuk, cyin. Apa? Ada yang bilang posting kali ini kebanyakan? SIAPA YANG COBA BERANI BILANG HAH?! Emang bener, sih.. Udah lah maapin aja. Saya mau bobok-bobok manis sama Iko Uwais. Good night, beautiful people. See you in the next post!
Ayah, ayok bobok.
*tarik Iko Uwais ke dalam selimut*


Diberdayakan oleh Blogger.