> IN TH3 N4ME OF C1NT4

IN TH3 N4ME OF C1NT4

Posted on Kamis, 23 Juni 2011 | No Comments


Berasa flashback. Tiba-tiba muncul dipikiran saya apa itu cinta. Yah, kata itu begitu sederhana, tapi penuh dengan makna. Sampai sekarangpun saya masih belum paham benar apa arti dari sebuah kata cinta.
Entahlah, saya merasa berubah. Dulu saya adalah seseorang yang haus perhatian, haus sekali malah kalau saya menilainya. Sekarang? Ya masih haus perhatian siy, cuma sudah beda kadarnya, makin menurun. Tapi kadang naik juga. Bukan juga karena mati rasa, apalagi amti gaya, hanya saja saya merasa orang-orang di sekitar saya sudah memberikan perhatian yang lebih dari cukup. *peluk teman-teman satu persatu*teman-teman dari Wartawan KELOMPENCAPIR*  :)
Dan mungkin itu juga yang membuat saya masih betah menjalani kesendirian ini. :) Serius, saya belum berpikiran untuk make relationship dalam dekat-dekat ini. Saya masih nyaman dengan apa yang saya punya sekarang. Dulu, 3 bulan sendiri itu rasanya berat, akhirnya jadi gebet kanan kiri. Yang penting pacaran, bisa diajak jalan, keluar bareng, makan bareng, dsb. Sekarang? Humm, sepertinya ini adalah tanda-tanda kedewasaan mulai terbentuk. *emang masih berasa imut sih* *pembaca dipersilahkan untuk muntah* XD
Dan ketika pagi tadi saya berpikir CINTA itu apa, saya berusaha membuka-buka kembali kenangan yang penuh debu. Sengaja memang saya menempatkan kenangan di gudang agar tak mengganggu. :)
Jadi ini lah yang ada di pikiran saya tentang C1nt4 Itu  :
“Cinta itu seperti Aku yang mendapatkan cintamu"
Kadang saya juga sering bertanya cinta itu apa? Bukannya tak ada yg sempurna di dunia? Lalu apa yang dijanjikannya? Mengapa kita selalu mengejarnya? Dan banyak lagi pertanyaan2 yang terlintas di pikiran saya.
Kalau cinta itu benar-benar indah, mengapa banyak yang sakit ketika dia tiada? Mengapa banyak yang terluka karenanya? Dan mengapa kita masih juga mengejarnya? Ya itu lah cinta, satu kata yang takkan habis bila dijabarkan dengan kata-kata.
Ya, menurut saya segala sesuatu di dunia ini memang berisiko, selalu berlaku hukum sebab akibat, termasuk cinta. Berani mencintai, harus berani pula menanggung akibatnya. :)
Jadi kesimpulan postingan kali ini apa? Nothing, karena menurut saya cinta itu bukan untuk dideskripsikan, tapi untuk dirasa. Sampai jumpa di postingan selanjutnya. Semoga makin sering posting. Amien. 

Diberdayakan oleh Blogger.