Jungle Kids
Posted on Kamis, 05 April 2012
|
No Comments
21 Maret 2012.
Tepat pukul 06.30 saya mulai terbangun dari mimpi. Lebih tepatnya terbangun karena kondisi tubuh sedang tidak fit. Iya, saya sedang mengalami flu setelah sehari sebelumnya terkena hujan saat sedang liburan bersama pacar. Saya ingat hari itu adalah Rabu, hari di mana deadline tugas proposal kelompok Metopen harus segera dikumpulkan maksimal pukul 00.00. Dan celakanya, hanya saya satu-satunya orang dalam satu kelompok yang paham tentang bahan proposal bertemakan Good Corporate Governance. Karena jadwal hari ini sangat padat, akhirnya sesaat setelah bangun tidur saya putuskan untuk segera mengerjakan tugas proposal.
08.45. Alhamdulillah proposal sudah hampir mencapai taraf selesai. Dan tepat saat itu pula, ada SMS masuk memberitahu saya untuk segera meluncur ke Jogja Expo Center guna memasang stand pameran Jungle Kids. Hei, haruskah mendadak seperti ini? Bukankah jadwal sift saya hari ini sore? Oke, oke. Beri saya waktu hingga pukul 09.30 untuk mencapai sana.
09.25. Parkiran JEC.
Tukang parkir itu memberi karcis dengan umpatan “Slow down, Mbak. Jangan tancap gas terus. Keburu-buru amat sik!” | “Saya ini PANITIA, Pak!” | “PANITIA kok datangnya siang!” |
(Anjis. Ini tukang parkir rese banget. Gak tahu orang lagi keburu-buru nyari stand).
Nyampe pintu masuk pun masih dihadang orang berseragam kaos putih gambar monyet pula. Mereka kaya orang kepo yang kepengen tahu segala sesuatu tentang diri saya.
“Maaf BU, Anda punya kepentingan apa?”
(Helo… Jelas saya punya kepentingan) *ngomong dalam hati* *mendadak pengen pingsan*
“Ummm, Mas-mas, saya cuma disyaratkan teman untuk membawa pas foto 4x6 ini. Selebihnya saya tidak tahu”
“Oke, kalau begitu Kami persilakan IBU ke stand informasi untuk mendapatkan ID Card”
“Oh. Kirain Cuma foto 4x6 ini doang yang jadi syarat masuk ke ruang pameran”
*giliran PANITIA-nya yang pingsan*
Sesampainya di stand informasi.
“Maaf, Mas. Ini foto saya. Saya mau cari stand Toko Diapers”
“Sebentar ya, BU.” *kamfret, ‘Bu’ lagi?* “Tapi stand Toko Diapers sudah ada yang mem-paraf-kan tanda pengambilan ID Card”.
“Oh, tapi saya belum dapat ID Card-nya tuh, Mas”
“Ya tapi satu stand pameran berhak mendapatkan ID Card maksimal empat buah”
“YATAPI SAYA BELUM DIKASIH ID CARD-NYA, MAS!!!!” *ngotot*
*panitianya mikir-mikir*
“Ya sudah, ini ID Card-nya saya kasih satu lagi buat….Mbaknya.” *panitianya ngalah* *hore*
Setelah berhasil meyakinkan panitia, akhirnya saya baru ngeh kalau ternyata apa yang dikatakan tukang parkir tadi benar adanya. Saya bukan PANITIA seperti yang tadi saya bilang, melainkan TENANTS.
Sesampainya di dalam ruangan pameran. Baru kali ini saya merasakan pusing luar biasa. Bukan karena saya sedang mengidap flu, tapi karena tidak memakai lensa kontak dan tidak pula membawa kacamata. Dengan kapasitas ruangan sebesar ini, bagaimana bisa saya menemukan stand pameran yang saya cari? Orang-orang di dalam ruangan ini mendadak seperti pelit memberitahu letak stand pameran yang saya cari. Saya berasa seperti orang setengah waras setengah modar mencari posisi stand pameran dari ujung barat ke ujung selatan, ke timur, ke utara, ke tengah-tengah, ke barat lagi. Hingga akhirnya saya menemukan dua orang yang saya kenal sedang berjalan dan masing-masing menggendong bayinya tiba-tiba mengatakan letak stand pameran kami yang berada di ujung timur. Ah, lega.
Mulai pukul 10.00 hingga pukul 12.30 saya ikut membantu memasang stand pameran, selebihnya saya mohon diri untuk pulang karena pukul 15.00-21.00 nanti giliran saya dapat jatah sift sore. Alasan ini pula yang sebenarnya membawa saya menuju warung soto karena memang sumpah demi apapun sejak dari kemarin sore perut ini belum mendapat asupan gizi.
22 Maret 2012.
Pukul 14.30 saya sudah harus sampai di depan Gedung Campus Service Center untuk bertemu kawan saya, Safwan, guna melunasi uang pembayaran jaket UIN. Di saat yang sama itu pula saya sudah berjanji untuk menyerahkan jurnal untuk nanti digunakan Fahmi saat kuliah metopen. Iya, sore ini saya bolos kuliah metopen lagi karena memang jadwal jaga stand pameran sift sore.
22.00. Sepulangnya dari pameran, saya bergegas menemui J untuk makan malam bersama-sama di warung lesehan Jalan Dagen, Malioboro. Selama makan itu pula saya merasa kecewa padanya. Apa pentingnya dia membicarakan kehebatan temannya yang beruntung mendapat istri seorang dosen, mualaf, dan belum lama ini membeli sebuah mobil?
J, Kau tahu frekuensi kita bertemu sangat jarang sekali? Ya, kita hanya mampu bertemu pada hari Sabtu pagi, dan kau yang menemuiku langsung di rumahku. Aku mohon, gunakan kesempatan bertemu malam ini hanya untuk kita berdua, membicarakan masalah kita dan masa depan kita.
23.00. Hujan turun membasahi kota. Aku pulang tanpa berpamitan. Nyesek.
23.40. 1 pesan masuk. “Nice dream beb…”
23.42. 1 pesan terkirim. “Ya, thanks”.
23 Maret 2012.
Saya dapat jatah sift pagi sampai pameran selesai tanggal 25 Maret 2012, dan sudah saya bulatkan tekad sore nanti untuk bisa jalan-jalan bersama keluarga saya di pameran Jungle Kids ini.
16.00. Adik-adik saya bisa masuk pameran tanpa harus membayar tiket sebesar @ Rp. 15.000 karena saya sudah menyiapkan ID Card dan gelang sebagai syarat masuk pameran. Dan inilah foto-foto selama berada di pameran:
Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan: SAYA KETEMU PERSONEL BAND SHEILA ON 7, ADAM BESERTA ANAK-ANAK, ISTRI, DAN IBUNYA DUDUK-DUDUK DI DEPAN ARENA TRAMPOLIN. *INIH GIMANA CARA MATIIN CAPSLOCKNYA TOLOOONNGGG TOLOONGG*
24 Maret 2012.
Hari yang membosankan. No message received at this whole day.
25 Maret 2012.
Hari terakhir pameran. Saya gunakan waktu ini untuk mengambil beberapa gambar saat pameran. Jujur ya, saya takut melihat badut, atau sejenisnya. Tapi karena hari itu memang ingin menjadi anak-anak lagi (saya berumur 7 tahun sepanjang lima hari pameran itu), saya memberanikan diri berfoto dengan badut polisi.
Lihat ekspresi tegang yang tidak bisa ditutupi oleh apapun. Sebetulnya masih ingin berfoto bersama dengan badut lainnya. Tapi apa dikata, ketakutannya sudah tidak bisa lagi diatasi. Saya memilih untuk menjauh, daripada pingsan, kan ga lucu.
Udah lah segitu aja. Good night, beautiful people. See you in the next post!



Posting Komentar