Nonton The Raid
Posted on Kamis, 05 April 2012
|
No Comments
29 Maret 2012
Hari ini demo anti kenaikan BBM terjadi lagi di pertigaan kampus orange tercinta. Demonya sih gak seheboh yang terjadi beberapa waktu lalu yang sampe ricuh-ricuh sama polisi. Emang canggih bener deh teman-teman sekampus ini, bisa mengkunci lalu lintas dari berbagai arah penjuru. Imbasnya ya ke saya, yang rela panas-panas ambil honor pameran lewat pinggir rel kereta api, yang waktu itu naujubilah seumur-umur baru sekali ini merasakan jalanan pinggir rel kereta yang disulap mirip ibukota, macet.
12.30. Setelah rela berpanas-panas antre macet di pinggir rel kereta, saatnya giliran saya berdingin-dingin antre tiket film di Empire XXI. Emang rada telat dikit sih nontonnya, tapi pengen berasa keren aja nonton film sekeren The Raid.
Sampe di tengah-tengah pengantrean, datang deh seorang cowok keren berkacamata yang belakangan saya ketahui ternyata masih teman kuliah, sekelas pula. Nandang Kusdiana. Putra Pasundan yang sering saya pelesetkan namanya jadi NENDANG KUSDIANA. *hahaha sumpah demi apa dia gak nendang saya sampe gurun sahara setelah terang-terangan saya manggil dia Nendang?*
“Rin, ngantre tiket?”
“Enggak, lagi ngantre sembako” *ya menurutlo?*
“Beli tiket film apa?”
“Beli tiket film GOLOK PEMBUNUH NAGA” (ini judul film beneran sukses menancap di otak setelah iklan ini mendominasi salah satu stasiun televisi swasta tanah air. Mungkin lain waktu ada yang mau menawarkan film GERGAJI PEMBUNUH SERANGGA kepada saya?) *keselek angin* *ngakak gila-gilaan*.
“Emmm, aku boleh nitip tiket gak? *udah ketebak*
“Emang kamu mau nonton film apa? Aku mau nonton The Raid buat entar jam 14.10.”
“Kamu nonton jam 14.10? Duh aku pengen nonton yang jam sore. Bisa sekalian nitip gak yak?
“Gak tau ya. Ya udah sinih sekalian nitip aku aja”
Saat itu juga Nendang langsung musyawarah mufakat sama Mbak-mbak. Gak tau siapa Mbak-mbaknya. Saya gak mau dan gak suka menyebar gossip, hoyyyyy!
“Emmm, *emmm lagi cobak!* yaudah deh Rin gak jadi nitip. Besok aja deh nontonnya”
*bengong*
Sampe di tengah-tengah antrean, ada sekitar dua security bisik-bisik liatin saya dengan tatapan nanar. *mendadak cemas*. Tak lama kemudian, mereka menghampiri saya. *keluar keringet dingin*
Saya sudah hampir mau mengatakan:
“Ampun, Pak. Saya tidak melakukan tindakan kejahatan apapun di muka bumi ini…”
Kenyataannya adalah ticketing lainnya sudah dibuka dan saya orang yang berhak mendapatkan kesempatan istimewa membeli tiket film urutan pertama.
14.00. Teater 3 telah dibuka. Saya dan pacar segera memasuki ruangan tersebut. The Raid emang keren. Sangking kerennya, The Raid sukses membuat saya mencakar-cakar tangan pacar. Hehehe. Udah sejaman filmnya diputer, udara dingin dalam ruangan membuat saya kepingin pipis. Setelah menuruni anak tangga, saya benar-benar bingung. Kenapa saya tidak menemukan pintu masuk tadi? Kenapa saya sampe harus mencakar-cakar dinding kedap suara di samping pintu keluar? Dasar bodoh, saya keluar ruangan tidak melalui pintu masuk teater tadi. Melainkan keluar melalui pintu exit. Pantesan begitu keluar yang kelihatan halaman depan bioskop. Untuk mereka yang mengetahui tingkah saya, PUAS PUAS PUAS?
Posting Komentar