Who is in the Elu?
Posted on Jumat, 08 Juli 2011
|
No Comments
You come and go, lovers kiss and leave, pigeons stray and die.
Bumi berputar, musim berganti, usia bertambah.
Hari ini, pada postingan yang saya jadwalkan otomatis di fitur canggih milik Blogger.com ini, tertuju pada satu laki-laki yang lagi-lagi telat masuk kelas. Bukan pada jam kuliah, tapi saat di mana penentuan jadwal PKL Bank Syariah Mandiri. Tempat duduk yang belum penuh di sebelah kanan, tapi entah mengapa dia mengambil kursi paling depan, berhadapan langsung dengan dosen--kita tahu bahwa kebiasaan dia kuliah adalah duduk di belakang, dan ngoks--. Hidungnya yang lancip, aihhh, saya suka banget yang beginian, karena jujur aja hidung saya beneran boros, namun pipinya yang tidak kalah boros. Ah saya suka semua pada dirinya!!!
*digiling traktor*
Hm. Oke. Serius.
Untuk Abang saya terkasih, lebih kasih dari Aura. Yang montok. Yang baru potong rambut, cepak hampir gundul. Yang fetish sama pintu. Yang item manis. :)
*ajib ajib*
Pertengahan tahun ini, sudah 3 tahun rupanya kita diem-dieman. Tidak saling menyapa. Membisu. Tapi ada kata lain dari hatiku, RINDU. Selamat kuucapkan. Kau tampak hitam. Ah, sudah dari sononya kalo yang itu mah! Operasi plastik dimana? Tukeran info botox sama Krisdayanti, ya?
Iya, iya, fokus postingnya.
Sudah 3 tahun, ya.
Banyak hal yang terjadi, kau nikmati, lalu merubahmu pelan-pelan ke arah yang lebih baik. Tunggu, JAUH lebih baik. Aku bangga samamu, kau tau itu?
Bahwa semua yang kau alami itu, semua tarikan nafas nelangsa masa kuliah, sekarang hampir tidak ada. Ku pikir kau tak ada beban lagi mengurusi organisasi apa itu, ahhhhh.
Bahwa aku, berdoa segenap jiwa dan raga (he eh, lebaiy emang beneran sumpah), untuk kehidupanmu yang lebih baik. untuk senyum lebar yang kembali mengembang, untuk gelak tawa yang kembali menggelegar, untuk kasih sayang yang selalu mengelilingimu, untuk masa depan yang lebih cerah, untuk sebuah "I do" yang diucapkan dengan halus olehmu itu..
*hapus air mata haru*
Aku kok ya rasa-rasanya nulis begini kayak mau ngawinin anak sendiri. Kau jangan-jangan.....ANAKKU BUKAN ANAKKU???
*petir menggelegar*
*bumi terbelah dua*
*Merapi memuntahkan laharnya*
*Upin dan Ipin memasuki masa pubertas mereka*
...
Well, Life's good, but yours is better. Mana sini gelas kopi blandonganku, kita cheers dulu gitu.

Posting Komentar