#UAS Statistik II
Posted on Senin, 23 Januari 2012
|
No Comments
Holla, readers. Howaya doin? Been good? Kewl! *sok asik*
So, few days ago I have another boredom attacks. Saya akhir-akhir ini sering bosen. Mungkin karena jarang dapat asupan nutrisi pekok-able dari teman-teman kuliah pasca UAS terakhir. Ya TERAKHIR. Karena UAS semester 7 ini jadi patokan UAS rame-rame bareng sekelas meski jadwal ujian pagi dan otak belum connect, masih meraba-raba nyawa, tapi sering dirindukan untuk nyontek massal atau rebutan posisi duduk. Ah…. Saya rindu akan hal bodoh itu.
Sudah ada jadwal ujian-ujian yang lain dihari kemarin. Tapi entah kenapa saya malas sekali menceritakannya. Bukan karena ceritanya tidak bagus, bukan. Tapi gak ada istimewa sama sekali buat saya. Mungkin saya sedang dalam masa-masa badmood se badmood-badmoodnya karena adanya pertengkaran (lagi) antara saya dan pacar waktu itu yang berimbas pada postingan kali ini. Pertengkaran gak jelas yang akhirnya membawa kami berdua ke Pantai Goa Cemara untuk menyelesaikan masalah ini. Kenapa Goa Cemara? Karena kalau menyelesaikan masalah kami ke Keluarga Cemara, yang ada juga kami malah ikut jadi bintang pelem. *keabisan akal. Iya, saya emang gak kreatif*
Senin, 16 Januari 2012. Demi apa hari itu ujian Statistik II? Mata kuliah yang saya sendiri jarang masuk dan ngumpulin tugas karena setahun lalu pernah ambil mata kuliah tersebut tapi dapat nilai yang jelek gara-gara dosennya jelek. *dendam kesumat*. Sampai akhirnya saya terkaget-kaget sendiri dengan prosentase sebanyak 78 koma sekian persen di presensi. NO BLACKLIST. MASIH BISA IKUT UJIAN. Nyaris. Hampir saja. Padahal kurang dari 2 koma sekian persen saya terancam gak bisa ikut ujian. Itu artinya di semester ganjil berikutnya, semester 9, saya terancam mengulang lagi mata kuliah yang sama untuk ketiga kalinya. Dan kemungkinan besar mimpi buruk akan terjadi. Iya semester 10 baru bisa wisuda gara-gara satu mata kuliah itu belum lulus. Fiyuhhhh. *logat ABG masa kini*
Goddamit, soal statistik kok mirip kamu sik? SUSAH DIMENGERTI. But it’s fine. Karena sehari sebelum ujian itu dimulai, saya sudah ancang-ancang cari pinjeman buku di tempat saya dulu bekerja. *ditemani sama pacar pulak* *habis baekan kemaren soalnya* *nambah porsi manja*.
Ini dia bukunya:
Yang bikin hati girang seperti tante-tante, dan senang bukan kepalang seperti om-om, ujiannya Openned Book. Horeeee. *dansa-dansa sekelas* *hanya diperuntukkan bagi mahasiswa uzur* *dicekek pengawas ujian*.
Lanjut
Oke, buku statistik saya serahkan ke Indah untuk selanjutnya dia korek-korek isi yang jadi bahan soal ujian. Dan inilah kesempatan saya bisa mengeluarkan ingus dalam hidung sepuas-puasnya karena pada waktu itu saya terkena flu berat. Gak peduli yang lainnya mencaci-maki karena kelakuan saya toh pada akhirnya mereka pun nyontek kerjaan saya. *bangga* *kemudian besar kepala* *kepalanya sebesar cintaku padamu* *halah*
Dan pada akhirnya, Men, nomor 2 belum rampung dikerjakan. Suatu prestasi bagi kami bisa menulis ulang pertanyaan soal ujian demi memenuhi lembar kertas jawaban. Dan itulah kenyataan. Kenyataan mengerjakan banyak soal tapi mendapat sedikit waktu. Atau karena kami memang bodoh pintar? Entahlah.
Ah, sudahlah. Saya nggak tau maksud saya apa nulis ini, postingan kali ini. Saya cuma mau cari refreshment aja. Karena kepala saya sekarang terlalu bermotif, tapi tanpa warna. Have a good life, people. Hope your days won't feel like mine.

Posting Komentar