#UAS TAFSIR AHKAM & ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Posted on Senin, 23 Januari 2012
|
No Comments
Selasa, 17 Januari 2012. 07.30 WIB. Tapi sampai detik itu, belum ada satu materi pun yang nyangkut di otak saya. Iya, saya memang sucks dalam permasalahan management waktu dan tenaga. Hari gini leha-leha, ntar belajarnya sampe jam 1dini hari sambil ditemani smsan, tanpa tidur. Terpaksa. Pas ujian sih mikir bakalan acak tempat duduknya. Alamakjaaan, rencana awal udah duduk di pojokan belakang lengkap dengan segala kong kalikong dengan teman kiri-kanan-depan, terpaksa buyar karena dosen pengawas yang baru-baru ini naik pangkat jadi PD, meminta kami peserta ujian tafsir ahkam untuk urut sesuai nomor ujian. Iya kalo dapet kursi nomor belakang, lha ini saya dapetnya nomor 9 alias nomor dua dari depan. Tepat di belakang kursinya someone yang dari dulu saya dan dia cuma bisa diem-dieman gara-garanya ada sejarah cinta yang tak tersalurkan. Saya deg-degan, ser-seran juga. Bukan, bukan karena ada someone di depan saya duduk dengan manisnya, tapi karena saya... belum belajar materi tafsir ahkam. Saya kira soal ujiannya opened book. Ternyata closed book. Yang bikin saya keringet dingin, karena beberapa pertemuan kelas mata kuliah ini saya suma modal nitip absen doang. Iya, otak saya memang tidak bisa diajak gaul dikit. Dan, saya hanya bisa berencana. Tapi dosen pengawas yang menentukan.
Selama ujian berlangsung, saya hanya bisa bengong, karena gak hapal sama seluruh teorinya. Selesai ujian, saya memaki diri sendiri dengan sebuah arem-arem dan tempe mendoan sebagai pelarian.
Sungguh ciamik. Dan memang saya sedang lapar bukan kepalang.
Sungguh ciamik. Dan memang saya sedang lapar bukan kepalang.
09.00 WIB. Waktu yang tepat untuk berjaga-jaga mencari posisi tempat duduk untuk ujian selanjutnya, Analisis Laporan Keuangan. Alhamdulillah yah, dapet tempat duduk di belakang. Di samping orang pintar pulak. (baca: Fajar). Dengannya, saya bergantung tentang jawaban soal ujian. Beruntungnya lagi dapat pengawas ujian ibu-ibu yang mungkin beliau sudah pernah merasakan menjadi seorang mahasiswa yang tidak lepas dari contekan catatan kecil. Jadi ya agak mengerti dengan kondisi kami yang seperti ini, mengerjakan 5 soal dari 7 soal ujian dengan waktu 75 menit.
Sepertinya kelas kami termasuk beruntung mendapat pengawas ujian macam ibu-ibu itu. Karena di kelas sebelah malah pengawas ujiannya duduk di bangku belakang. Nah loh, saya sudah menduga bakal ada sumpah serapah dari teman-teman untuk bu pngawas ujian itu: KE LAUT AJA, BU! ENOUGH IS ENOUGH!
Ada yang lebih parah lagi rupanya. Si pengawas botak jahat dot tri gipi dapat jatah mengawasi kelas lain di lantai atas. Serem juga sih. Karena kalau ketahuan nyontek atau bertanya ke teman lainnya, kertas jawabannya sudah pasti ditarik ke depan dan dengan hormat mahasiswa yang ketahuan melakukan hal itu gak bisa ngapa-ngapain lagi selain keluar kelas dengan memaki-maki si pengawas ujian itu dari luar kelas. Hidup memang gak adil ya?
Dan setelah UAS semuanya selesai, waktunya saya koar-koar di tempat karokean bareng teman-teman. Murah sih, setiap orang cuma dikenakan patungan 8 ribu rupiah untuk nyanyi 2 jam sebanyak 5 anggota. Kecuali kalo mau pesen makanan atau minuman. Kudu bayar sendiri. Seperti temenku Indah. Pas di depan kasir, dia mengumpat habis-habisan dengan apa yang dipesan barusan. Ini adalah pengalaman pertama dia karaokean. Jadi agak kaget dengan air mineral 600 ml seharga Rp 6.000.
“Mungkin di lain kesempatan aku bakal membawa gallon air mineral dari rumah...”celetuk Indah demikian merasa hatinya tersakiti oleh harga air mineral yang melebihi harga gallon isi ulang.
*jleb* *hening*
I'm working very hard on my final exam and my freelance things. Feel kinda exhausted, but i'll survive. Promise. Udah, ya. Saya mau mandi lalu bermain (di dalam rumah). Niatnya sih kayak gitu. Tapi kalo sampe dua jam kedepan masih terperdaya dunia maya, sih, ya anggap aja perempuan yang bulan Oktober akan berumur 23 tahun yang beneran pengen dinikahin dan berharap dikasih kado henfon baru ini emang beneran sucks dalam pembendaharaan waktu.
Selamat tahun baru Imlek. Luf you, R. J

Posting Komentar